Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kondisi Fisik RES
#1
Lightbulb 
Di bawah ini adalah gejala-gejala penyakit yang dapat dilihat melalui kondisi fisiknya. Meskipun tidak semua penyakit bisa menginfeksi kura-kura lain, beberapa situasi dapat menyebabkan kura-kura Brazil mengalami cedera dari kura-kura lain. Anda mungkin perlu mengkarantina kura-kura Anda sampai keadaan tubuhnya membaik.

Pendarahan
Meskipun luka ringan dapat terjadi dalam bentuk memar, luka bakar atau goresan, kura-kura yang sehat tidak boleh sampai mengalami pendarahan. Bentuk pendarahan dapat terjadi melalui kloaka/anus, mata, mulut, hidung, sela-sela scutes/karapas dan kulitnya. Adanya darah dalam kotoran atau mulutnya harus diwaspadai. Jika tidak ada penyebab yang jelas dari pendarahan (misalnya luka gigitan atau setelah terjatuh), Anda mungkin harus membawanya ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan lebih lengkap.
[Image: res-pendarahan.jpg][Image: perdarahan-kura-kura-brazil.jpg]

Pendarahan pada mulut dan gusi
Ada beberapa situasi di mana darah dapat muncul di sekitar mulut. Sesuatu yang coba dimakan oleh kura-kura Anda mungkin menyebabkan cedera, bisa juga karena kekurangan vitamin K, atau bahkan bisa merupakan gejala dari pembusukan mulut (stomatitis). Karena mungkin sulit untuk melihat ke dalam mulut kura-kura Brazil anda, pemeriksaan rutin ke dokter hewan dianjurkan untuk mendapatkan pengobatan dan pencegahan penyakit yang benar.

Telinga bengkak dan/atau bernanah
Sebuah kondisi umum yang dialami kura-kura adalah pembengkakan telinga. Ini adalah infeksi pada telinga yang mudah terlihat dalam bentuk benjolan di salah satu atau kedua sisi kepala. Pembengkakan/peradangan ini terjadi karena infeksi bakteri yang muncul akibat kondisi habitat yang buruk, penyakit pernapasan yang pernah dialami sebelumnya, cedera, atau beberapa situasi lain yang tidak diketahui. Jenis infeksi ini tidak akan menghilang dengan sendirinya sehingga dapat menyebabkan mata menjadi bengkak dan menutup. Hal ini juga dapat mengakibatkan masalah ketika dia berenang dan menentukan arah. Biasanya dokter hewan akan melakukan pembedahan dan mengeringkan daerah pembengkakan sehingga dapat dibersihkan dan bebas infeksi. Ini bukanlah prosedur yang bisa dilakukan oleh amatir, jangan coba melakukannya sendiri!
[Image: kurabrazil-ear-abcess.jpg]

Pembusukan mulut/stomatitis
Adanya koreng di sekitar daerah mulut (termasuk lidah dan tenggorokan) merupakan indikasi pasti telah terjadi pembusukan di mulut (stomatitis). Gejala yang timbul biasanya berupa perubahan pada cara bernapas, seperti batuk atau lendir yang berlebihan, dan adanya darah di sekitar mulut. Munculnya kulit melepuh di mulut atau bercak kuning/putih di daerah ini juga bisa menjadi gejalanya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pembusuk yang ada di alam. Penyakit ini dapat menular dan harus ditangani segera oleh dokter hewan karena stomatitis dapat mengakibatkan akibat yang fatal.

Gigitan, Memar, Terbakar, Terpotong, dan Goresan
Luka kecil pada kulit dan daging biasanya tidak memerlukan perhatian medis. Pemberian betadine pada luka, mengganti air yang bersih, dan area berjemur yang luas dapat membantu menyembuhkan kulit dalam hitungan hari. Jika tubuhnya tampak lemas atau kesakitan, cobalah oleskan krim Nolvasan atau Neosporin kemudian keringkan tubuhnya. Pada kondisi yang lebih serius seperti terjadi pendarahan, daging yang robek, atau gigitan dari binatang lain maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter hewan.
[Image: res-gigitan-terluka.jpg][Image: kura-kura-brazil-ekor-putus-tergigit.jpg]

Begitu juga jika pendarahan tidak berhenti atau lukanya tidak segera sembuh maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter hewan. Dokter hewan mungkin menyarankan penggunaan antibiotik/desinfektan untuk perawatan di rumah. Jika kura-kura Anda sering cedera, mungkin sering terjadi perkelahian antara kura-kura atau aquarium Anda terlalu kecil. Dekorasi yang berlebihan atau pemasangan alat pemanas air (water heater) yang tidak dilindungi dapat juga menjadi sumber cedera.

Egg Binding (telur tidak bisa keluar) / Bertelur dalam Air
Jika kondisi sarang bertelur tidak ada atau tidak memadai, kura-kura betina dapat mengalami egg binding bahkan bertelur dalam air. Betina dapat mengeluarkan telur tanpa ada pejantan (infertil/telur kosong). Jika ada telur di dalam air, telur tersebut tidak akan bertahan setelah beberapa menit dan harus dibuang.

Betina harus dibuatkan sarang untuk bertelur, jika tidak mereka akan menahan telur yang dikandungnya tetap di dalam tubuh. Telur yang tertahan ini dapat menyebabkan penyakit, infeksi, kerusakan organ, bahkan kematian. Gejalanya meliputi tidak mau bertelur, bertelur hanya beberapa butir, tampak lesu, mondar-mandir, kurang nafsu makan, pingsan, sering melakukan gerakan seperti sedang menggali, dan melakukan tendangan kaki belakang. Sembelit/susah buang air dapat juga menyebabkan egg binding sehingga kura-kura anda perlu diperiksa oleh dokter hewan. Pemeriksaan sederhana dengan sinar-X mungkin diperlukan untuk memberi informasi lebih lanjut.

Mata tertutup atau mata bengkak
Beberapa jenis cedera atau infeksi dapat menyebabkan mata kura-kura menutup atau bengkak. Dehidrasi, pembengkakan telinga, kandungan klorin terlalu tinggi di air, goresan, infeksi bakteri, trauma, serta kondisi air dan gizi yang buruk adalah penyebab utamanya. Lebih jauh lagi, hal ini berpotensi menjadi gejala dari Kekurangan vitamin A (Hipovitaminosis A), penyakit metabolisme tulang, atau infeksi saluran pernafasan.

Kepekaan mata kura-kura Brazil anda dapat menjadi indikator awal penyakit lain. Semua kondisi ini dapat menjadi serius, memberikan vitamin A tidak akan berpengaruh jika kura-kura anda mengalami infeksi saluran pernapasan. Jika Anda menemukan kura-kura Brazil menggosok mata mereka sesaat setelah mengganti air, hal ini bisa menjadi indikasi kadar klorin yang terlalu tinggi dalam air. Penggunaan air sumur/ledeng dapat membantu mengatasi masalah ini. Perawatan alternatif untuk mata yang tertutup adalah dengan memberikan beberapa tetes vitamin A cair, pemberian beberapa tetes minyak ikan ke kelopak mata, atau memberikan larutan air garam beberapa tetes pada matanya.

Cobalah untuk melihat apakah kura-kura akan membuka mata ketika sedang berjemur. Kura-kura dapat menolak untuk makan jika mereka tidak dapat melihat. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kondisi medis serius lainnya. Bawalah ke dokter hewan terdekat untuk informasi kesehatan lebih lanjut.

Fanning (turunnya alat kelamin jantan ke kloaka)
Ini adalah kondisi dimana alat kelamin jantan turun/keluar dari kloaka yang biasanya berukuran cukup besar dan berwarna gelap. Organ reproduksi tersebut harus masuk kembali ke dalam tubuh dengan sendirinya (jangan pernah mencoba memasukkannya sendiri!). Hal ini biasa dilakukan kura-kura Brazil jantan untuk memancing perhatian betina dan bukan merupakan masalah penting.

Kuku yang rusak/patah atau terlalu panjang
Anda tidak diperkenankan untuk memotong atau memangkas cakar dan kuku kura-kura brazil anda. Kuku yang panjang adalah karakteristik seksual jantan dan itu adalah hal yang normal. Memotong kukunya akan menyebabkan rasa sakit dan dapat mengakibatkan infeksi. Jika kukunya terluka, patah, atau rusak, karantina kura-kura di aquarium lain dengan air bersih. Jika tampak kesakitan, buatlah daerah kering/berjemur yang cukup luas dan oleskan betadine pada cakar/kukunya.

Prolapse
Munculnya bagian organ dalam kura-kura Brazil, biasanya usus dan/atau organ reproduksi melalui kloaka (lubang anus di bawah ekor) disebut prolaps. Tertelan kerikil atau benda lain dapat menyebabkan situasi ini, tetapi belum tentu menjadi faktor utama. Jika pejantan hanya mengeluarkan sejenak organ reproduksinya (alat kelamin) namun kemudian ditarik kembali, hal ini disebut fanning dan bukan merupakan prolaps. Namun jika organ-organ tidak dapat masuk kembali, pisahkan dan karantina kura-kura anda sesegera mungkin. Merendam kura-kura dalam air gula yang hangat dan bersih dapat membantu mengatasi situasi. Namun bila organ-organ dalam tersebut telah tergores, terluka, atau digigit oleh kura-kura lain, bawalah ke dokter hewan terdekat. Letakkan kura-kura di wadah yang bersih dan berair sampai perhatian medis yang tepat diberikan.
[Image: kura-brazil-res-prolapse.jpg]

Berganti kulit/kulit mengelupas
Berganti kulit adalah hal yang wajar dan normal untuk reptil seperti kura-kura Brazil. Kulit yang mengelupas biasanya berbentuk tipis dan tembus pandang. Biasanya terjadi di sekitar leher serta bagian depan dan belakang kakinya. Kulit yang mengelupas sangat mudah dilihat di bawah air. Namun berganti kulit berlebihan adalah tidak normal dan biasanya disebabkan suhu air yang terlalu tinggi, diet protein berlebihan, sarana berjemur yang tidak memadai, atau pertumbuhan yang terlalu cepat. Ini bisa merupakan gejala dari kualitas air yang buruk atau terjadi infeksi. Diet yang tepat dan kondisi air yang bersih harus dilakukan untuk membantu menghindari hal ini.

Pertumbuhan yang lambat atau tidak seimbang
Kondisi diet, kondisi habitat, parasit, penyakit, dan faktor genetis dapat menyebabkan tingkat pertumbuhan yang berbeda. Kura-kura peliharaan selalu tumbuh lebih cepat daripada kura-kura liar. Betina selalu lebih besar daripada jantan di umur yang sama. Jika dalam aquarium yang sama ada hewan lain (ikan, kura-kura, dll) mungkin terjadi distribusi makanan yang tidak merata. Dalam banyak kasus ketika dua atau lebih kura-kura makan pada waktu dan dalam lingkungan yang sama, salah satu kura-kura biasanya mendapatkan makanan lebih banyak.

Jangan pernah mencoba untuk memberikan makanan lebih banyak (overfeeding) karena dapat menyebabkan ledakan pertumbuhan berlebihan dan mengakibatkan cacat pada tempurungnya (pyramiding). Berikan porsi teratur dan seimbang untuk semua kura-kura. Jika kondisi habitat sudah tepat dan tidak terlalu dingin namun pertumbuhan masih terhambat, kura-kura anda harus diperiksa untuk penyakit atau parasit.

Pembengkakan pada daging tubuh
Ini adalah kasus sederhana yang umum terjadi jika kura-kura Brazil anda kelebihan berat badan. Sebuah diet yang tepat harus diberikan untuk memperbaiki dan mencegah masalah penyakit seperti pyramiding. Jika ada pembengkakan di bagian belakang karapas (bagian dekat ekor), sangat mungkin ada telur yang menyimpang. Bacalah petunjuknya di bagian atas forum ini. Jika ada gejala lain, seperti perubahan warna atau pada cara bernapas, hal ini bisa disebabkan karena adanya infeksi. Bawalah ke dokter hewan terdekat untuk informasi lebih lanjut.
Reply
#2
@admin: ak pnya pengalaman lucu tapi juga bodoh...
gara2 seharian huajan, jadinya malam harinya RES gue jemur deket lampu 5watt [warna kuning merk panter, bulat]. tapi gara2 ak iseng coba2 kutempelkan karapas bawah RES di lampu. g tauny tiba2 resnya melonjat kepanasan sampe air dikaca lampu hilang....

huah jadi bingung setengah mati.. takut kalo da apa2. tapi pas tak lihat g pa2.. ALHAMDULLILAH

y.. hal seperti itu bisa membuat stress???kah... tapi di kaeapas bawahnya ada tanda merah dekat kaki.. tapi tak bandingkan dgn yg lain semua pnya gituan... jadiya g gue pikir...

tanda itu apakah pnybab hal tadi?? ato gmn??

thanks
Reply
#3
Mm.. Bisa dijelaskan secara rinci? Bingung juga membacanya.. Tanda merah pada plastron maksudnya? Menyatu pada pola atau di luar pola yang ada?
Tanda merah bisa disebabkan karena pendarahan pada plastron akibat pernah terjatuh atau mengalami cedera lainnya.
Reply
#4
hha... sampe bos admin nya bingung... [maklum g pnter omong]

tanda merah di bagian plastron. dan meyatu pada pola.. kadang terlihat merah benderang kadang tidak.
kalo pendarahan, penanganannya gmn y???
Reply
#5
coba difoto...mungkin bisa lebih jelas buat admin
Reply
#6
Wah, susah juga menentukan itu penyakit atau bukan. Ada fotonya tidak?
Untuk pendarahan, cara yang paling mudah adalah: bawa ke dokter hewan terdekat.
Reply
#7
Temend2 ,, kmarend kuya gw keinjekk.. T_T Untungnyah ga smpe mnybbkan kmatian,, tapi skrg dy ga mau makan, matanya sring trtutup,ga smangat kaia dulu, dan mulutnya sring mangap2 .. Kira2 kuya gw knpah iia? Tl0ng s0lusinya d0ng dan dampak kdpan bagi kuya gw.... makasii..
Reply
#8
Mulutnya sering membuka adalah salah satu indikasi terjadi infeksi/gangguan pada saluran pernapasan (RI/Respiratory Infection). Solusi awal yang bisa dilakukan adalah jangan memasukkan kura-kura ke dalam air untuk mencegah kura tenggelam dan bawalah ke dokter hewan terdekat untuk diagnosis lebih lanjut.
Reply
#9
mank tempat kura2 yang baik tuk bertelur tu gmn sich????
Reply
#10
(02-02-2010, 12:06 PM)Tinton Nugraha Wrote:  mank tempat kura2 yang baik tuk bertelur tu gmn sich????


Yang penting ada air (kolam)..kemudian ada media tanah yg diatasnya dikasih pasir bro, kira2 15cman.....( minimal tanah tinggi 35cm + pasir 15cm = 50 cm )
paling baik klo media bertelur ini dilakukan outdor...karena lebih alami tinggal kasih pasir aja buat jaga kelembaban...
selanjutnya klo kura dah bertelur, terserah mau ditetaskan alami (dibiarkan) atau melalui bantuan manusia(buatan) salah satunya pake inkubator.....
semoga membantu bro....
Reply