Top Ad unit 728 × 90

Anatomi Kura-kura Brazil

Cangkang atau tempurung Kura-kura Brazil terdiri dari karapas pada bagian atas dan plastron pada bagian bawah. Karapas terdiri dari buku-buku yang disebut scutes dan terbuat dari keratin yang berasal dari jaringan epidermis. Scutes dapat mengelupas ketika kura-kura Brazil tumbuh dewasa. Bagian yang menghubungkan karapas dan plastron adalah bagian tulang di antara kaki depan dan belakang.


Di bagian bawah ekor adalah kloaka; satu-satunya lubang terbuka untuk tujuan usus, saluran kemih, dan reproduksi. Kloaka betina lebih dekat ke pangkal ekor. Hal ini berbeda dengan jantan dimana kloaka terletak di bagian ujung ekor. Pejantan memiliki ekor yang lebih panjang dan tebal daripada si betina. Membedakan jenis kelamin kura-kura Brazil tidak efektif jika kura-kura masih muda karena kloaka mereka sama-sama terletak lebih dekat ke arah karapas.

Setiap Kura Brazil memiliki paruh tajam yang terbuat dari keratin. Paruh ini dapat dengan mudah memotong daging, serangga, dan tumbuhan. Kura-kura tidak punya gigi untuk mengunyah makanan, namun tenggorokan mereka cukup lentur untuk menelan makanan berukuran besar. Kura Brazil jantan memiliki cakar depan yang digunakan selama ritual mencari pasangan atau dalam perebutan daerah kekuasaan (teritorial). Kuku kura-kura Brazil sangat tajam dan dapat dengan mudah menggores kulit kamu. Berhati-hatilah.

Selain itu, Kura-kura Brazil membutuhkan air untuk menelan setiap makanan karena mereka tidak menghasilkan air liur. Kura Brazil akan mengambil makanan yang ada di tanah, kemudian membawanya ke dalam air untuk ditelan.

Sumber gambar:
Agriculture.vic.gov.au
HerpsOfNC.org
Anatomi Kura-kura Brazil Reviewed by Safril Adi on 12/30/2009 Rating: 5

Tidak ada komentar:

© Hak Cipta Kura Brazil 2009 -
Desain oleh Aping

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.