Top Ad unit 728 × 90

Kondisi Fisik Kura Brazil

Beberapa penyakit yang dialami oleh kura-kura Brazil bisa dilihat melalui kondisi fisiknya. Sesuatu yang terlihat tidak normal secara kasat mata bisa menjadi indikasi suatu penyakit. Jika kura memang benar sakit, kamu harus memisahkannya dari kura lain sampai kondisinya membaik.


Luka dan pendarahan

Kamu harus selalu memperhatikan ada tidaknya luka dan pendarahan pada tubuh kura-kura. Bagian yang bengkak atau memar, goresan, atau luka bakar biasanya hanya luka ringan yang tidak membutuhkan perawatan khusus. Tapi jika sampai berdarah, kamu harus segera mengobatinya.

Kura yang terluka harus dipisahkan dari kura lainnya. Lakukan dry-dock seperti pada gambar di atas. Tempatkan kura di wadah yang kering dan hangat. Berikan obat luka dan biarkan hingga lukanya benar-benar kering dan sembuh.


Pendarahan pada mulut dan gusi

Mulut Kura-kura Brazil terbuat dari keratin. Meskipun keras, mulutnya juga bisa terluka karena sesuatu. Makanan yang terlalu keras, batu-batuan dan pasir, atau alat logam bisa membuat mulutnya retak dan terluka.

Tapi jika kamu tidak melihat adanya bahaya dari makanan atau dekorasi kolam dan akuarium, kura Brazil kamu mungkin kekurangan vitamin K. Hal terburuk, mulut yang berdarah juga bisa tanda dari pembusukan mulut (stomatitis).

Jika kamu masih tidak yakin dengan penyebab dan gejalanya, bawalah kura-kura kamu ke dokter hewan terdekat untuk konsultasi dan pengobatan.


Telinga bengkak dan bernanah

Jika kamu sudah lama memelihara Kura-kura Brazil, kamu pasti pernah melihat atau menemukan adanya benjolan atau pembengkakan pada telinga. Kondisi ini umum dan sangat sering dijumpai terutama jika kamu jarang membersihkan kolam atau akuariumnya.

Telinga yang bengkak atau sering disebut juga Ear Abscess adalah jenis infeksi yang bisa muncul pada salah satu atau kedua telinganya. Telinga akan meradang akibat infeksi bakteri dari air yang kotor dan pemeliharaan yang buruk.

Ear Abscess pada Kura-kura Brazil tidak akan menghilang sendiri. Jika dibiarkan, mata kura-kura akan menutup dan membengkak. Adanya benjolan pada telinga kura-kura juga akan mempengaruhi cara berenangnya. Biasanya kura juga akan mulai mogok makan.

Jika kamu menemukan benjolan pada telinga kura-kura Brazil, bawalah ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan nanah dan cairan pada telinganya. Lukanya juga akan dikeringkan dan diberikan obat sehingga kura bisa kembali sehat dan bebas infeksi.
Peringatan:
Pembedahan bukan prosedur yang bisa dilakukan amatir. Waspada bahaya infeksi dari peralatan non-steril dan perawatan pasca operasi. Meski ada obat dan salep yang diklaim bisa mengempeskan dan menyembuhkan abscess, kami tidak menyarankan karena sifatnya hanya sementara dan bisa kambuh lagi.

Pembusukan mulut

Pembusukan pada mulut atau stomatitis (mouth rot) ditandai dengan adanya koreng di mulut, lidah, atau tenggorokannya. Umumnya disertai gejala berupa perubahan cara bernapas seperti batuk, lendir berlebihan, dan adanya darah di sekitar mulut.

Kadang juga bisa ditemui bercak kuning atau bercak putih pada kulit yang melepuh di sekitar mulutnya. Pembusukan mulut disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pembusuk yang ada di alam liar. Penyakit ini menular dan harus segera ditangani oleh dokter hewan.


Gigitan, Memar, Terbakar, Terpotong, dan Goresan

Luka kecil pada kulit dan daging kura-kura Brazil umumnya bisa kamu obati sendiri. Pemberian obat luka, mengganti air kotor setiap hari, tempat berjemur yang hangat, dan makanan bergizi sudah cukup untuk menyembuhkan lukanya dalam hitungan hari.

Jika luka tampak dalam atau luka terpotong misalnya ketika kuku kura-kura putus, oleskan obat luka seperti Rivanol. Kamu juga bisa memberi antibiotik yang aman digunakan misalnya Nolvasan, Neosporin, Amerigel, atau Bacitracin. Kemudian segera tempatkan kura-kura pada drydock agar pendarahan tidak terjadi.

Tapi bila muncul pendarahan atau luka terpotong yang besar; misalnya luka gigitan; sebaiknya kamu segera membawa kura ke dokter hewan. Dalam hal ini, kura-kura butuh obat antibiotik dan perawatan yang lebih baik.

Untuk mencegah terjadinya luka dan cedera, perhatikan apakah ada tanda-tanda perkelahian. Kura yang sering berkelahi sebaiknya dipisahkan dari kawanannya. Perhatikan juga hiasan atau aksesoris kolam dan akuarium. Jangan sampai bisa membuat luka dan goresan pada kura-kura.


Egg Binding (telur tidak bisa keluar) / Bertelur dalam Air

Jika kondisi sarang bertelur tidak ada atau tidak memadai, kura-kura betina dapat mengalami egg binding bahkan bertelur dalam air. Betina dapat mengeluarkan telur tanpa ada pejantan (infertil/telur kosong). Jika ada telur di dalam air, telur tersebut tidak akan bertahan setelah beberapa menit dan harus dibuang.

Betina harus dibuatkan sarang untuk bertelur, jika tidak mereka akan menahan telur yang dikandungnya tetap di dalam tubuh. Telur yang tertahan ini dapat menyebabkan penyakit, infeksi, kerusakan organ, bahkan kematian. Gejalanya meliputi tidak mau bertelur, bertelur hanya beberapa butir, tampak lesu, mondar-mandir, kurang nafsu makan, pingsan, sering melakukan gerakan seperti sedang menggali, dan melakukan tendangan kaki belakang. Sembelit/susah buang air dapat juga menyebabkan egg binding sehingga kura-kura anda perlu diperiksa oleh dokter hewan. Pemeriksaan sederhana dengan sinar-X mungkin diperlukan untuk memberi informasi lebih lanjut.


Mata tertutup atau mata bengkak

Beberapa jenis cedera atau infeksi dapat menyebabkan mata kura-kura menutup atau bengkak. Dehidrasi, pembengkakan telinga, kandungan klorin terlalu tinggi di air, goresan, infeksi bakteri, trauma, serta kondisi air dan gizi yang buruk adalah penyebab utamanya. Lebih jauh lagi, hal ini berpotensi menjadi gejala dari Kekurangan vitamin A (Hipovitaminosis A), penyakit metabolisme tulang, atau infeksi saluran pernafasan.

Kepekaan mata kura-kura Brazil anda dapat menjadi indikator awal penyakit lain. Semua kondisi ini dapat menjadi serius, memberikan vitamin A tidak akan berpengaruh jika kura-kura anda mengalami infeksi saluran pernapasan. Jika Anda menemukan kura-kura Brazil menggosok mata mereka sesaat setelah mengganti air, hal ini bisa menjadi indikasi kadar klorin yang terlalu tinggi dalam air. Penggunaan air sumur/ledeng dapat membantu mengatasi masalah ini. Perawatan alternatif untuk mata yang tertutup adalah dengan memberikan beberapa tetes vitamin A cair, pemberian beberapa tetes minyak ikan ke kelopak mata, atau memberikan larutan air garam beberapa tetes pada matanya.

Cobalah untuk melihat apakah kura-kura akan membuka mata ketika sedang berjemur. Kura-kura dapat menolak untuk makan jika mereka tidak dapat melihat. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kondisi medis serius lainnya. Bawalah ke dokter hewan terdekat untuk informasi kesehatan lebih lanjut.


Fanning (turunnya alat kelamin jantan ke kloaka)

Ini adalah kondisi dimana alat kelamin jantan turun/keluar dari kloaka yang biasanya berukuran cukup besar dan berwarna gelap. Organ reproduksi tersebut harus masuk kembali ke dalam tubuh dengan sendirinya (jangan pernah mencoba memasukkannya sendiri!). Hal ini biasa dilakukan kura-kura Brazil jantan untuk memancing perhatian betina dan bukan merupakan masalah penting.

Kuku yang rusak/patah atau terlalu panjang
Anda tidak diperkenankan untuk memotong atau memangkas cakar dan kuku kura-kura brazil anda. Kuku yang panjang adalah karakteristik seksual jantan dan itu adalah hal yang normal. Memotong kukunya akan menyebabkan rasa sakit dan dapat mengakibatkan infeksi. Jika kukunya terluka, patah, atau rusak, karantina kura-kura di aquarium lain dengan air bersih. Jika tampak kesakitan, buatlah daerah kering/berjemur yang cukup luas dan oleskan betadine pada cakar/kukunya.


Prolapse

Munculnya bagian organ dalam kura-kura Brazil, biasanya usus dan/atau organ reproduksi melalui kloaka (lubang anus di bawah ekor) disebut prolaps. Tertelan kerikil atau benda lain dapat menyebabkan situasi ini, tetapi belum tentu menjadi faktor utama. Jika pejantan hanya mengeluarkan sejenak organ reproduksinya (alat kelamin) namun kemudian ditarik kembali, hal ini disebut fanning dan bukan merupakan prolaps. Namun jika organ-organ tidak dapat masuk kembali, pisahkan dan karantina kura-kura anda sesegera mungkin. Merendam kura-kura dalam air gula yang hangat dan bersih dapat membantu mengatasi situasi. Namun bila organ-organ dalam tersebut telah tergores, terluka, atau digigit oleh kura-kura lain, bawalah ke dokter hewan terdekat. Letakkan kura-kura di wadah yang bersih dan berair sampai perhatian medis yang tepat diberikan.


Berganti kulit/kulit mengelupas

Berganti kulit adalah hal yang wajar dan normal untuk reptil seperti kura-kura Brazil. Kulit yang mengelupas biasanya berbentuk tipis dan tembus pandang. Biasanya terjadi di sekitar leher serta bagian depan dan belakang kakinya. Kulit yang mengelupas sangat mudah dilihat di bawah air. Namun berganti kulit berlebihan adalah tidak normal dan biasanya disebabkan suhu air yang terlalu tinggi, diet protein berlebihan, sarana berjemur yang tidak memadai, atau pertumbuhan yang terlalu cepat. Ini bisa merupakan gejala dari kualitas air yang buruk atau terjadi infeksi. Diet yang tepat dan kondisi air yang bersih harus dilakukan untuk membantu menghindari hal ini.


Pertumbuhan yang lambat atau tidak seimbang

Kondisi diet, kondisi habitat, parasit, penyakit, dan faktor genetis dapat menyebabkan tingkat pertumbuhan yang berbeda. Kura-kura peliharaan selalu tumbuh lebih cepat daripada kura-kura liar. Betina selalu lebih besar daripada jantan di umur yang sama. Jika dalam aquarium yang sama ada hewan lain (ikan, kura-kura, dll) mungkin terjadi distribusi makanan yang tidak merata. Dalam banyak kasus ketika dua atau lebih kura-kura makan pada waktu dan dalam lingkungan yang sama, salah satu kura-kura biasanya mendapatkan makanan lebih banyak.

Jangan pernah mencoba untuk memberikan makanan lebih banyak (overfeeding) karena dapat menyebabkan ledakan pertumbuhan berlebihan dan mengakibatkan cacat pada tempurungnya (pyramiding). Berikan porsi teratur dan seimbang untuk semua kura-kura. Jika kondisi habitat sudah tepat dan tidak terlalu dingin namun pertumbuhan masih terhambat, kura-kura anda harus diperiksa untuk penyakit atau parasit.


Pembengkakan pada daging tubuh

Ini adalah kasus sederhana yang umum terjadi jika kura-kura Brazil anda kelebihan berat badan. Sebuah diet yang tepat harus diberikan untuk memperbaiki dan mencegah masalah penyakit seperti pyramiding. Jika ada pembengkakan di bagian belakang karapas (bagian dekat ekor), sangat mungkin ada telur yang menyimpang. Bacalah petunjuknya di bagian atas forum ini. Jika ada gejala lain, seperti perubahan warna atau pada cara bernapas, hal ini bisa disebabkan karena adanya infeksi. Bawalah ke dokter hewan terdekat untuk informasi lebih lanjut.


Image courtesy:
AllTurtles.com
Dr Sharad Chavan @dr.sharad.chavan
Youtube.com
WetWebMedia.com

Kondisi Fisik Kura Brazil Reviewed by Safril Adi on 1/21/2010 Rating: 5

Tidak ada komentar:

© Hak Cipta Kura Brazil 2009 -
Desain oleh Aping

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.