Penyakit dan Cedera Umum - Kura Brazil

Penyakit dan Cedera Umum

Artikel kali ini akan membahas tentang beberapa jenis penyakit dan cedera yang sering dialami oleh Kura-kura Brazil. Jika kura-kura kamu menglami salah satu tanda yang ada di sini, segera bawa kura ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Menunda pengobatan akan membuat pemulihan lebih sulit dan lama, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tenggelam

Kura-kura yang baru saja tenggelam biasanya hanya pingsan dan masih hidup. Jangan balik tubuh kura-kura yang tenggelam! Biasanya masih ada sisa udara di paru-paru mereka. Kura-kura yang tenggelam akan terlihat lemas, mata tertutup, dan terlihat seperti sudah mati tapi sebenarnya menunggu kamu untuk membantu mendapatkan napas kembali.

Kura-kura Brazil bisa berada dalam keadaan tanpa oksigen selama beberapa waktu di air dingin. Keadaan ini mirip seperti proses hibernasi di alam liar. Tapi jika dibiarkan akan terjadi kerusakan organ dalam yang kemudian berujung kematian.

Jika kura-kura Brazil kamu tenggelam, segera lakukan ini :
  1. Pegang kepala di bagian belakang telinga (pangkal tengkorak) kemudian tarik lehernya ke arah depan secara perlahan. Tariklah sepanjang mungkin dan tetap berhati-hati.
  2. Tundukkan kepalanya ke bawah dan buka mulutnya. Biasanya air akan keluar atau menetes, tunggu sampai berhenti.
  3. Letakkan kura di permukaan yang datar dengan leher tetap diperpanjang. Luruskan kaki depannya, kemudian tarik kedua kakinya ke depan secara perlahan sejauh mungkin.
  4. Pastikan kakinya masih tetap lurus, dorong sebisanya ke arah dalam tubuhnya tapi jangan sampai sikunya menekuk. Lanjutkan menarik dan mendorong sampai air berhenti keluar.
  5. Setelah melakukan tindakan pertama di atas, bawalah kura-kura kamu ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan.
Peringatan :
Jangan pernah mencoba memberikan pernapasan buatan dari mulut kamu ke mulut kura tekanan yang tinggi justru bisa merusak paru-parunya. Selain itu, kamu juga akan rawan tertular Salmonella yang mungkin dimiliki oleh kura-kura Brazil.

Pelunakan Tempurung

Tempurung yang lunak akibat penyakit metabolik tulang (Metabolic Bone Disease / MBD) adalah penyakit serius pada Kura-kura Brazil. Penyakit ini disebabkan kekurangan kalsium atau vitamin D3. Kurangnya kalsium dalam darah (hipokalsemia) menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari tulang atau tempurungnya.

Ciri-cirinya adalah tempurung kura; baik karapas atau plastron; terasa lunak atau lembek saat ditekan. Jika sudah parah, tulang dan tempurungnya akan semakin lunak dan mudah rusak. Kadang akan muncul bercak putih yang dapat mengakibatkan pembusukan.

Jika masih gejala awal, tambahan kalsium seperti tulang sotong bisa kamu berikan. Kamu bisa mendapatkannya di toko pakan burung. Buang lapisan yang keras pada tulang sotong kemudian berikan ke kura-kura kamu dalam ukuran kecil. Jangan lupa untuk menjemur Kura Brazil. Jika sudah parah, kamu perlu membawa kura ke dokter hewan untuk mendapat perawatan.

Untuk mencegah terjadinya pelunakan tempurung ini, selalu berikan makanan yang mengandung kalsium. Baik dari pelet kura ataupun tambahan vitamin dan mineral. Hindari memberi sayuran yang mengandung asam oksalat seperti bayam karena akan menghalangi penyerapan kalsium.


Infeksi saluran pernafasan

Infeksi saluran pernafasan (respiratory infection) adalah penyakit yang paling sering menyerang Kura-kura Brazil. Biasanya menyerang kura yang pola makannya tidak teratur, jarang berjemur atau terkena sinar matahari, dan kondisi airnya sering kotor akibat jarang dibersihkan.

Kura-kura yang terserang penyakit ini biasanya memiliki gejala yang khas. Mereka biasanya akan menutup matanya, tampak lemas, tidak mau makan, jarang berenang dan hanya berjemur. Bahkan jika sudah parah akan sering membuka mulutnya seolah bernapas lewat mulut.

Penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan. Berita buruknya, penyakit ini cenderung menular ke kura-kura lain yang berada dalam 1 akuarium atau kolam. Jika salah satu kura kamu terkena infeksi pernapasan, maka besar kemungkinan kura lain juga terjadi hal yang sama. Segeralah bawa kura-kura kamu ke dokter hewan.

Ada beberapa variasi infeksi pernapasan, termasuk pneumonia atau radang paru-paru. Informasi lebih lengkap mengenai penyakit pernapasan ini sudah kami buatkan artikel yang lebih lengkap dan lebih jelas di "Pernapasan dan Perilaku Lainnya".


Keracunan darah

Keracunan darah atau yang disebut juga Septicemia, Sepsis, adalah suatu penyakit di mana kura-kura mengalami keracunan akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah. Septicemia bisa terjadi karena adanya infeksi di tubuhnya.

Sistem kekebalan tubuh akan merespon infeksi dengan peradangan sistemik. Peradangan ini dapat memicu perubahan yang dapat merusak beberapa sistem organ, menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Gejala sepsis atau keracunan darah ditandai dengan adanya warna atau rona kemerahan pada kulit atau tempurungnya. Biasanya warna kemerahan pada tempurung akan sangat tampak pada bagian plastron (cangkang bawah), terlihat seperti ada darah yang keluar diantara buku-buku (scutes) plastron.

Kura mungkin akan tampal lemas, lesu, dan tidak aktif. Umumnya akan menutup kedua matanya dan jarang makan. Kadang terjadi pembengkakan pada mata atau salah satu bagian tubuh yang terinfeksi. Hanya dokter hewan yang dapat mengobati penyakit ini.


Pembusukan tempurung

Pembusukan tempurung (Septicemic Cutaneous Ulcerative Disease / SCUD) atau yang juga sering disebut shell-rot dapat terjadi jika kura-kura pernah mengalami cedera atau luka sebelumnya. Jika pembusukan tempurung ini tidak diobati bisa menembus lapisan tempurung dan mengakibatkan sejumlah penyakit seperti jamur, infeksi bakteri, atau keracunan darah.

Daerah yang terinfeksi biasanya akan berubah warna menjadi keputih-putihan, tempurung akan terasa lunak saat dipegang, tercium bau tidak sedap, dan munculnya darah atau nanah. Jika kura sudah terkena pembusukan tempurung maka harus segera dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan antibiotik dan perawatan medis.

Tergantung ukuran luka yang ditimbulkan, biasanya proses penyembuhan bisa memakan waktu yang lama. Bahkan dalam beberapa kasus akan menyebabkan cacat permanen pada tubuh kura-kura. Mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi segera rawat luka kura-kura-kamu sedini mungkin.


Trauma

Trauma terjadi ketika kura-kura kamu pernah terjatuh atau diserang hewan lain sebelumnya. Perhatikan setiap detail tubuhnya akan kemungkinan luka, tempurung yang retak atau pecah, mungkin juga kondisi tulangnya.

Kura yang mengalami shock atau trauma akan seketika menjadi pendiam. Jika ada bagian yang sakit, kura akan memberontak jika dipegang. Jika kura kamu mengalami trauma ini, jangan kembalikan ke dalam air! Lakukan dry-dock, pisahkan atau karantina dari kura lainnya.

Segera rawat luka yang ada untuk mencegah infeksi. Jika terjadi pendarahan yang tidak bisa kamu hentikan, segera bawa kura-kura kamu ke dokter hewan.


Image courtesy:
AllTurtles.com
RedEarSlider.com
VcaHospitals.com
Youtube.com
TurtleRescues.org

Berlangganan artikel terbaru via email :

Belum ada komentar pada "Penyakit dan Cedera Umum"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel